|
||||||
LARANGAN PERSIK VS AREMA DI KEDIRISelasa, Desember 2009
![]() Persik v Arema Tak di Stadion Brawijaya Lagi koncomacan - KEDIRI, Memori kelam kerusuhan yang dilakukan oleh para oknum Aremania di Stadion Brawijaya dan sekitarnya pada 17 Januari 2007 silam ternyata masih membekas sangat kuat. Akibat peristiwa yang meluluhlantakkan kandang Macan Putih tersebut leg pertama Persik versus Arema yang sedianya digelar 20 Januari mendatang hampir pasti tidak akan digelar di kandang Macan Putih. Padahal seharusnya Persik saat itu menjalani laga home. "Kami mendapatkan konfirmasi dari aparat keamanan bahwa pertandingan tersebut tidak mendapatkan izin digelar di Kediri," kata ketua panitia pelaksana pertandingan (panpel) Persik Bambang Sumarjono kemarin. Saat ini Bambang mengatakan pihaknya tinggal menunggu surat resmi dari Polresta Kediri terkait tidak keluarnya izin keamanan pada pertandingan derby Jatim yang sarat gengsi tersebut. "Sejauh ini baru konfirmasi lisan. Kami masih menunggu surat resminya. Tapi sudah pasti begitu," tegas Bambang kemarin kepada Radar Kediri. Pria yang juga mantan pejabat Pemkot Kediri itu mengatakan bahwa tidak keluarnya izin pertandingan tersebut memang terkait kerusuhan yang terjadi dua tahun silam itu. "Semua tak ingin kerusuhan itu terulang. Jadi lebih baik pertandingan memang dipindah tidak di Kediri," sambungnya. Untuk diingat kerusuhan 'Januari kelabu' itu pecah saat pertandingan Arema versus Persiwa Wamena di babak delapan besar Liga Indonesia. Aremania mengamuk di Stadion Brawijaya dan sekitarnya akibat merasa timnya dikerjai wasit Jajat Sudrajat yang memimpin laga tersebut. Kandang Macan Putih saat itu dibakar. Tak hanya itu, suporter yang beringas menumpahkan kekecewaannya dengan merusak mobil, rumah dan pertokoan warga yang ada di sekitar Brawijaya maupun di pinggir jalan yang dilalui. Kerusuhan itu ditaksir menyebabkan kerugian hingga puluhan miliar rupiah. "Banyak aspirasi dari warga melalui surat kepada polisi maupun panpel agar pertandingan Persik-Arema tidak digelar di Kediri," kata Bambang. Jika benar-benar tak di Kediri maka itu pemindahan untuk kedua kalinya. Musim lalu duel Persik kontra Arema juga sudah tidak digelar di Stadion Brawijaya. Saat itu pertandingan memakai veneu Gelora Delta Sidoarjo, kandang Deltras. Meski main di tempat netral Macan Putih sukses menekuk Singo Edan dengan skor tipis 2-1. (jie) Posting by agus
LEBIH FRESH DARI TUAN RUMAHSelasa, 29 Desember 2009
Rekor Persik Kurang Bagus Kontra Persijap koncomacan - KEDIRI, Persik punya keuntungan saat duel melawan tuan rumah Persijap Jepara (2/1) di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara mendatang. Secara fisik kondisi stamina pasukan Macan Putih lebih segar dibandingkan tim besutan pelatih Junaidi tersebut. "Ada keuntungan yang bisa dimanfaatkan saat lawan Persijap nanti," kata asisten pelatih Persik Agus Yuwono. Sebabnya tak lain karena jadwal pertandingan terdekat Persik lebih menguntungkan dari pada Persijap. Tengok saja, sebelum pertandingan menjamu Khusnul Yuli dkk, Evaldo Silva cs harus menghapi laga berat melawan Persebaya Surabaya (30/12) atau tiga hari sebelum duel dengan Persik. "Harapan kami fisik pemain Persijap terkuras di pertandingan tersebut. Sehingga bisa kurang maksimal saat melawan Persik," kata Agus. Sebaliknya Persik tak memiliki jadwal lain sebelum pertandingan melawan Persijap. ![]() Dengan begitu maka kondisi stamina Macan Putih dipastikan akan lebih fresh dari tuan rumah. "Semoga keunggulan itu bisa kita manfaatkan untuk bisa dapat hasil maksimal di laga tersebut," kata mantan asisten pelatih M. Basri di Persela Lamongan tersebut. Meski demikian, Agus mengatakan timnya tak boleh hanya mengandalkan faktor itu saja untuk bisa merebut poin maksimal di Persijap. Sebab banyak faktor yang menentukan menang kalahnya tim dalam pertandingan. Kondisi lawan yang kurang fresh menurutnya bisa ditutupi dengan kondisi mental yang bagus. Sebab mereka main di kandang sendiri. "Apalagi kalau mereka misalnya menang lawan Persebaya, bisa jadi mental mereka naik saat menghadapi Persik nanti," lanjut asisten yang baru musim ini bergabung dengan Persik itu. Macan Putih sejauh ini punya catatan kurang bagus saat menghadapi Persijap. Terutama musim lalu. Saat leg pertama, tim Kota Tahu dihajar di Jepara dengan skor 2-0. Sedangkan saat leg kedua di Stadion Brawijaya, Christian Gonzales dkk saat itu hanya bisa mendapatkan satu poin dengan skor akhir 1-1. Untuk itu Agus mengatakan bahwa timnya harus benar-benar fokus mempersiapkan tim sendiri jelang laga tersebut. "Semua harus dimaksimalkan persiapannya," pungkasnya. Posting by agus
MAHYADI BELUM BISA DIBAWA AWAYSelasa, 29 Desember 2009
![]() Sakit Lambung, Gunawan Tidak Fit koncomacan - KEDIRI, Kapten Persik Mahyadi Panggabean benar-benar harus istirahat panjang. Dipastikan pemain yang pernah berkostum tim nasional itu akan absen di dua laga away Persik terdekat. Cederanya belum pulih untuk bisa dibawa ke kandang Persijap Jepara dan Persela Lamongan. "Kemungkinan besar belum, Mahyadi belum bisa (main, red) dengan kondisinya yang sekarang," kata dokter tim Persik dr Fauzan Adhima. Menurut PNS di di dinas kesehatan Pemkot Kediri tersebut Mahyadi masih dalam kondisi cedera dan belum bisa dimainkan meski sudah istirahat cukup lama. "Sudah ada perkembangan tapi belum bisa dimainkan di pertandingan selanjutnya," kata dokter lulusan Universitas Jember tersebut. Hal itu diamini oleh sang pemain. Mahyadi mengaku belum bisa bermain bola dalam waktu dekat ini. "Belum bisa ini, belum tahu kapan bisa main lagi," kata pemain bernomor punggung 19 tersebut kepada Radar Kediri. Saat ini pemain satu anak itu tengah getol melakukan terapi. Setiap hari pemain asal Medan itu melakukan terapi di RSUD Gambiran. "Mulai kemarin terapinya. Sebab sebelumnya masih libur belum bisa mulai," kata Mahyadi. Dengan terapi rutin tersebut dia berharap tiga jenis cedera yang mengenai kaki kanannya bisa lekas pulih. "Sebelum putaran pertama selesai semoga bisa main," ujar pemain yang cedera saat pertandingan Persik melawan Pelita Jaya lalu itu. Sementara itu bek muda Gunawan Dwi Cahyo kemungkinan juga tak bisa dimainkan saat pertandingan melawan Persijap. Beberapa hari terakhir dia sakit parah. "Sakit lambung mas. Tidak tahu kenapa," kata mantan pemain Persijap Jepara itu. Akibat sakit itu Gunawan bahwa sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun sudah mulai membaik. "Tidak tahu ini bisa main apa tidak (lawan Jepara, red)," saat ditanya Radar Kediri terkait keluhannya tersebut. Pelatih Persik Gusnul Yakin mengaku hanya akan membawa para pemain yang siap dimainkan. Menurutnya semua pemainnya layak mendapatkan kepercayaan untuk dimainkan. "Siapa yang paling fit dan dalam kondisi terbaik itu yang akan berangkat (away, red)," tegas Gusnul. Posting by agus
KRISIS DI BAWAH MISTARSelasa, 29 Desember 2009
koncomacan - JAKARTA, Tim nasional (timnas) Indonesia berada dalam kondisi bahaya jelang menjamu Oman. Pasukan Garuda -julukan timnas Indonesia- mengalami krisis kiper jelang menghadapi pertandingan lanjutan Pra-Piala Asia 2011 grup B pada 6 Januari mendatang di Jakarta tersebut. Hingga latihan hari kedua kemarin (28/12), baru Ferry Rontinsulu (Sriwijaya FC Palembang) penjaga gawang yang hadir. Sedangkan dua kiper lainnya yang juga dipanggil, Markus Haris Maulana (Arema Malang) dan Ahmad Kurniawan (Semen Padang), belum menampakkan batang hidungnya dalam latihan. ![]() Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Rahim Soekasah menyatakan bahwa Markus sakit. Sedangkan AK, sapaan karib Ahmad Kurniawan, diakuinya, kemungkinan besar tidak bisa bergabung. Sebab, AK masih harus membela Semen Padang dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama 2009-2010 pada 4 Januari. "Dia (AK) seperti sulit datang. Semen Padang sedang kekurangan kiper karena kiper pelapisnya cedera," jelas Rahim di sela latihan timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin sore. Informasi tentang sakitnya Markus dibenarkan dokter timnas Zaini Saragih. "Markus mengalami demam. Saat ini dia sedang dalam perawatan. Semoga saja dia cepat sembuh dan pulih sebelum pertandingan," terang Zaini. Dengan kondisi tersebut, tentu timnas terjepit dalam situasi sulit. Apalagi, di luar tiga kiper yang telah dipanggil, Merah Putih hanya memiliki dua nama lain yang turut didaftarkan ke AFC (Federasi Sepak Bola Asia) dalam Pra-Piala Asia 2011. Dua kiper tersebut adalah Dian Agus Prasetyo (Pelita Jaya Jawa Barat) dan M. Yasir (Persija Jakarta). Nah, di antara dua nama itu, Dian sudah pasti tidak bisa bergabung. Kiper asal Ponorogo, Jawa Timur, tersebut sedang dibelit cedera. Jadi, jika Markus tidak kunjung pulih dan AK benar-benar tak bisa bergabung, timnas hanya dapat mengandalkan Ferry dan Yasir. "Situasinya memang cukup sulit. Kami akan berusaha mendaftarkan kiper baru. Semoga AFC bisa menerima. Sebab, kami kan baru mendaftarkan sekitar 40 pemain," ujar Rahim. Untuk Pra-Piala Asia 2011, setiap negara memang diperkenankan mendaftarkan 50 pemain. Indonesia sendiri baru mendaftarkan 45 pemain. "Kami akan segera putuskan siapa kiper yang akan didaftarkan jika AFC benar-benar memperbolehkan kami mendaftarkan pemain tambahan," ucap Rahim. Kalau harus mendaftarkan kiper baru, siapa yang akan dipilih? "Kalau harus memilih kiper baru, tentu saya memilih yang berpengalaman. Salah satunya adalah Jendri Pitoy (kiper Persipura Jayapura, Red)," tegas Sudarno, pelatih kiper timnas. Namun, Sudarno berharap, kondisi segera kondusif. Artinya, Markus segera pulih sehingga timnas tidak terlalu repot dengan situasi yang ada. "Masih ada waktu yang cukup bagi kami untuk mempersiapkan diri. Semoga saja kondisinya (Markus) segera membaik," tutur Sudarno. Posting by agus
SPONSOR TUNTUT PENJELASANSelasa, 29 Desember 2009
Penundaan Jadwal Superliga koncomacan - Sponsor Superliga Indonesia 2009/10, PT Djarum Tbk, menuntut penjelasan dari PT Liga Indonesia atas penundaan sejumlah pertandingan di kompetisi paling tinggi di Tanah Air ini. Hingga menjelang berakhirnya putaran pertama, tercatat sudah 17 pertandingan yang mengalami penundaan. Padahal, dari total 306 laga Superliga, PT Djarum hanya memberi batasan toleransi hingga lima persen saja. Artinya, hanya sekitar 15 pertandingan saja yang bisa ‘dimaklumi’ mengalami penundaan. “Di bulan Desember saja, sudah tujuh pertandingan yang mengalami penundaan. Kami akan minta supaya Liga memberikan penjelasan mengenai penundaan tersebut, karena sudah melewati batas toleransi,” ujar Fatih Cabanto, perwakilan PT Djarum. ![]() Diungkapkan, dalam kerja sama antara PT Djarum dengan Liga juga terdapat klausul kontrak berupa punishment Rp100 juta setiap laga, jika pengelola kompetisi sepakbola nasional itu tak menjalankan jadwal sebagaimana mestinya. “Selain menumbuhkan citra perusahaan, PT Djarum mensponsori Superliga juga demi kemajuan sepakbola nasional, bukan membawa sepakbola ini mengalami penurunan. Kami akan berbicara dengan PT Liga sebelum mengambil sikap,” cetus Fatih. Posting by agus
<< Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Next >> Content Management Powered by CuteNews |
|
|||||
|
copyright © 2009 Design by Roehan
ini template baru yang aku buat buat ela |
||||||